Dit ben ik The Model of viral disease University of Hamburg German, One Of my dreams Is this nice picture? The picture of Eritrosit
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

PENERIMAAN SISWA BARU SMAN 1 INDRALAYA UTARA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PENERIMAAN SISWA BARU SMAN 1 INDRALAYA UTARA TAHUN PELAJARAN 2014/2015


PENERIMAAN SISWA BARU SMAN 1 INDRALAYA UTARA TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Syarat dan Ketentuan Pendaftaran sebagai berikut :
1.    Pola Seleksi Tes Tertulis (PSTT)
PSTT adalah pola seleksi melalui Ujian Potensi Calon Siswa yang diselenggarakan secara tertulis
      a.    Pendaftaran Online : 21 April  – 16 Mei 2014
      b.    Verifikasi/ Penyerahan Administrasi Berkas Pendaftaran :
22 April  – 17 Mei 2014
2.    Pola Seleksi Penelusuran Minat dan Prestasi (PSPMP)
PSPMP adalah Pola seleksi bagi siswa yang mempunyai bakat dan prestasi dalam bidang akademik, olah raga dan seni di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten.
      a.    Pendaftaran Online :
21 April  – 9 Mei 2014      
      b.    Verifikasi/ Penyerahan Administrasi Berkas Pendaftaran : 22 April - 10 Mei 2014
3.    Syarat-syarat
      a.    Fotocopy Raport (legalisir) dari Kelas VII s.d kelas IX smt ganjil
      b.    Mengisi Formulir Pendaftaran
      c.    Rata-rata Raport mata pelajaran (B. Indonesia, B.Inggris, MTK, IPA, IPS) dari smt I s/d V              minimal  75
      d.    Pasfoto Berwarna 3x4 cm = 4 Lembar

             Pasfoto Hitam Putih 3x4 cm = 2 Lembar
       e.   Berumur Max 16 tahun TMT 16 Juli 2013
        f. Surat Keterangan Dokter/Puskesmas
        g. Fotocopy Piagam/Sertifkat yang dilegalisir (jika ada)
        h. Materai 6000 : 3 Lembar (Jika sudah dinyatakan lulus)
       h.   Khusus Pola Seleksi Penelusuran Minat dan Prestasi disertai dengan surat rekomendasi
            Kepala Sekolah dan sertifikat/ piagam yang pernah diikuti.
4.   Pengambilan Kartu Peserta :Jumat, 23 Mei 2014


5.   Jadwal Pola Seleksi Tes Tertulis (PSTT) : Sabtu, 24 Mei 2014
6.   Pengumuman Pola Seleksi Tes Tertulis (PSTT)  & Pola Seleksi Penelusuran Minat dan Prestasi 
     (PSPMP) : Rabu, 28 Mei 2014
7.  Pendaftaran Ulang 30 Mei - 4 Juni 2014
8.  Tes IQ, Baca Al-Quran & ICT * : Rabu, 18 Juni 2014
     *) 1. Pemetaan Peserta yang Lulus Seleksi
          2. Baca Al-Quran khusus Peserta Muslim


INFO LENGKAP PSB SMAN 1 INDRALAYA UTARA OGAN ILIR SUMATERA SELATAN



SMAN 1 INDRALAYA UTARA GELAR PERPISAHAN ANGKATAN 7 & PELUNCURAN SMAN 1 ULTRA ONLINE

SMAN 1 INDRALAYA UTARA GELAR PERPISAHAN ANGKATAN 7 & PELUNCURAN SMAN 1 ULTRA ONLINE



SMA NEGERI 1 UNGGULAN INDRALAYA UTARA
SMA Negeri 1 Indralaya Utara menggelar acara perpisahan siswa kelas XII pada Rabu (30/4) kemarin.  SMAN 1 ULTRA (sebutan SMAN 1 Indralaya Utara) Tahun 2014 ini melepas 111 siswa yang akan menerima kelulusan 20 Mei 2014.
Selain dihadiri siswa, orangtua siswa dan guru, acara ini juga dihadiri Sekda Ogan Ilir Ir. H. Sobli, M.Si, Asisiten 3 Ogan Ilir Wilson Effendi, SH, MH, Kepala Dinas pendidikan Ogan Ilir Drs. H. Sidharta, SE, M.Si.
Kepala Sekolah  Dra. Hj. Darmawati, MM,dalam sambutanya berpesan kepada para siswa agar dapat mengamalkan ilmu yang telah didapat selama belajar di sekolah. semoga para siswa meraih cita-cita dan masa depan yang gemilang.
Kepala Dinas Pendidikan Ogan Ilir Drs. H. Sidharta, SE, M.Si. Pelepasan ini bukan akhir dari perjuangan,proses panjang masih harus dilalui, proses ini akan berhasil kalau kita punya semangat untuk terus mencari ilmu.
Sementara itu Sekda Ogan Ilir Ir. H. Sobli,M.Si Dirinya sangat mengapresiasi terhadap SMAN 1 ULTRA yang selama ini dikenal sebagai  ikonnya sekolah unggulan di Ogan Ilir, Banyak inovasi yang terlahir dari sekolah ini, sekolah ini telah mampu menerapkan pembelajaran berbasis ICT,
Beliau berpesan kepada siswa yang akan lulus harus mampu menghadapi tantangan dan masalah, filosofi telur ketika telur yang rapuh dimasukan ke air panas yang mendidih maka telur akan menjadi keras. Orang yang sukses akan diuji oleh tantangan dan masalah.
Setelah Bapak Sekda Ir H. Sobli, M.Si memberikan sambutan dilanjutkan dengan pengguntingan pita peresmian SMAN 1 ULTRA ONLINE (Pembukaan Pendafataran Online dan Pusat Sumber Belajar Kurikulum 2013).
Acara Perpisahan juga diisi dengan Pentas Seni dan ULTRA AWARD  memberikan penghargaan kepada siswa kelas 12.

@SMAN1ULTRA  


HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2014

HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2014


HARI PENDIDIKAN NASIONAL
CIVITAS AKADEMIKA
SMA NEGERI 1 INDRALAYA UTARA
MENGUCAPKAN

SELAMAT 
HARI PENDIDIKAN NASIONAL
2 MEI 2014

"PENDIDIKAN UNTUK PERADABAN
INDONESIA YANG UNGGUL" 

Sambutan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan
Pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014
Jumat, 2 Mei 2014 

Download Sambutan Mendikbud Hardiknas 2014


Sabtu, 07 Desember 2013

Rakyat Indonesia Berutang Banyak pada Guru....


Rakyat Indonesia Berutang Banyak pada Guru....

 

 

   JAKARTA, KOMPAS.com - Guru adalah sebuah pekerjaan yang menuntut profesionalisme. Guru adalah sumber inspirasi yang memacu perkembangan muridnya menjadi orang mandiri. Guru pula sosok yang berada di garis paling untuk membentuk Generasi Emas Indonesia. Pada intinya, seluruh masyarakat Indonesia berutang banyak pada guru.

      Demikian diungkapkan Board of Trustee Tanoto Foundation, Anderson Tanoto, terkait digelarnya kegiatan Gerakan Guru Indonesia Kreatif memeriahkan Hari Guru Nasional di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Dilaksanakan pada 25 November 2013 lalu, Tanoto Foundation menggelar acara tersebut dengan beragam kegiatan meliputi lomba mewarnai, lomba cerita rakyat, lomba peta buta, lomba stan terbaik, serta lomba pentas seni dan kreativitas guru dan siswa.

       "Guru di Indonesia sangat penting di komponen negeri ini. Tidak hanya 3–5 tahun, tetapi juga seluruh masa depan di Indonesia tergantung pada kualitas guru," kata Anderson kepadaKompas.com, Senin (2/12/2013).

     Anderson menuturkan tentang pentingnya peran guru. Ia percaya, bahwa pendidikan adalah kunci menuju penanggulangan kemiskinan antargenerasi. Untuk itulah, pihaknya menggelar kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kontribusi meningkatkan kualitas guru. 

      Sebagai hasil kerja sama antara Tanoto Foundation dan Asian Agri dan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), puncak acara Gerakan Guru Indonesia Kreatif ini adalah pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) untuk pembuatan alat peraga pembelajaran terbanyak, yaitu sekitar 9.778 alat peraga terbuat dari sedotan oleh 1.569 guru dalam waktu 30 menit. Pemecahan rekor ini telah dilaksanakan Minggu (24/11/2013) lalu, dihadiri oleh Head of Tanoto Foundation Sihol Aritonang, Sekretaris Unit Implementasi Kurikulum Pusat Kemendikbud Efriyanto, dan Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono.

   Head of Tanoto Foundation Sihol Aritonang mengatakan, Tanoto Foundation telah menyelenggarakan program Pelita Pendidikan di tiga provinsi di Sumatera, yaitu di Riau, Jambi, dan Sumatera Utara sejak 2010. Program Pelita Pendidikan ini berupa program peningkatan kualitas pendidikan pada sekolah dasar di wilayah pedesaan. Di antaranya adalah program Pelita Sekolah Asri (Aman, Sehat, dan Ramah Lingkungan), Pelita Pustaka Lestari, Pelita Guru Mandiri, Pelita Sekolah Unggulan, 3E (Education, Enhancement, dan Empowerment), dan Forum Pelita. Realisasinya antara lain pembinaan 210 sekolah dasar, renovasi 94 ruang kelas, pembangunan 110 toilet di SD, dan melatih 2.500 guru SD. 

      Kepala Pengelola Perpustakaan SD Sering Barat, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Nur Hamimah, mengatakan SD Sering Barat merupakan salah satu sekolah dasar yang mendapatkan pelatihan pengelolaan yang ditujukan untuk para guru. Para guru diminta lebih kreatif dalam mendorong minat baca siswa agar mau membaca buku-buku di perpustakaan. 

      "Kami sangat berterima kasih. Berkat pelatihan kepustakaan dari Tanoto Foundation, perpustakaan kami menjadi lebih ramai. Banyak anak-anak yang membaca di perpustakaan dan mereka menjadi lebih termotivasi untuk membaca di perpustakaan karena kami berusaha menarik minat mereka dengan kegiatan kreatif setelah mendapatkan pelatihan," ungkap Nur. 

     Selain itu, Tanoto Foundation memberikan bantuan berupa pengadaan buku-buku perpustakaan yang diputar atau ditukarkan ke sejumlah sekolah setiap tiga bulan sekali.

     "Pemerintah daerah memang telah mengalokasikan dana cukup besar untuk pengembangan pendidikan. Tapi, pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas guru ini semestinya memadukan visi antara pemerintah dan swasta agar berjalan lebih baik," timpal Bupati Pelalawan HM Harris.




Editor : Latief

 

 

 

 

 

 

 

 



Kebijakan Tak Boleh Tinggal Kelas Masih Bingungkan Guru

Kebijakan Tak Boleh Tinggal Kelas Masih Bingungkan Guru

 Selasa, 3 Desember 2013 | 12:23 WIB




        SURABAYA, KOMPAS.com — Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang tak membolehkan siswa sekolah dasar tinggal kelas bertujuan baik agar siswa bisa berkembang sesuai dengan potensinya. Namun, kebijakan ini bisa menjadi tidak efektif jika tidak disertai perubahan metode belajar di kalangan guru.
          Sejumlah guru juga masih kebingungan dengan kebijakan tersebut. ”Terus bagaimana jika siswa kelas I SD belum bisa membaca dan menulis, apakah harus naik kelas juga?” kata Sutini, Kepala SDN Suwanggaling IV Kota Surabaya, Senin (2/12/2013). Ia dimintai tanggapannya soal kebijakan baru Kemendikbud yang tidak membolehkan siswa SD tinggal kelas. Pemerintah juga menghapus kebijakan ujian nasional di sekolah dasar.
          Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud Ramon Mahondas mengatakan, penghapusan siswa tinggal kelas untuk memotivasi siswa meningkatkan potensinya. Karena itu, guru di 150.000 sekolah dasar akan segera diberikan pelatihan.
          Murid yang belum memahami pelajaran tetap boleh naik kelas, tetapi harus mengulang pelajaran yang belum dikuasai. Bentuk penilaian rapor SD juga berubah, tidak lagi berisi angka-angka, tetapi berbentuk deskriptif untuk menilai sikap, keterampilan, dan pengetahuan. ”Penilaian di SD tidak ada angka, tetapi narasi,” ujarnya.
Kebijakan ini sebenarnya sudah diterapkan di negara-negara maju. Meski demikian, kebijakan ini menuntut guru memahami secara mendalam karakter dan potensi siswa.
Sulitkan anak
          Menurut Sutini, jika anak dipaksakan naik kelas, justru akan menyulitkan anak karena materi pelajarannya lebih sulit. ”Guru yang melakukan evaluasi tentu lebih tahu kondisi setiap anak,” kata Sutini.
          Hal yang sama dikatakan Wakil Kepala SD Katolik Santa Maria Kota Surabaya Christina Purtiwi. Menurut dia, naik tidaknya murid adalah otonomi sekolah yang disepakati dalam rapat dewan guru. ”Kami tidak akan paksakan anak naik kelas kalau kemampuannya belum memadai. Kepada orangtuanya pun kami jelaskan,” kata Christina.
          Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDK Santo Carolus, Surabaya, Florentinus Lusiyanto menyatakan kurang setuju jika sistem tinggal kelas ditiadakan.

”Jadi, apa gunanya mengukur keberhasilan siswa kalau pada akhirnya akan naik kelas semua?” kata Florentinus.
Sulit terukur
          Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Dimyati juga masih belum memahami kebijakan pemerintah yang tidak membolehkan siswa SD tinggal kelas. ”Prestasi siswa akan sulit terukur,” ujarnya.
          Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Wijanarto justru memiliki pendapat berbeda. Menurut dia, sistem itu mendorong guru untuk lebih intensif memperhatikan siswa. Meski demikian, komposisi guru dan siswa harus dipertimbangkan. Jika menerapkan sistem itu, idealnya guru mengawasi maksimal 20 anak, sedangkan saat ini banyak guru yang mengajar 40 siswa. (FRN/ESA/REK/WIE/LUK)


Sumber : KOMPAS CETAK
Editor : Caroline Damanik