Dit ben ik The Model of viral disease University of Hamburg German, One Of my dreams Is this nice picture? The picture of Eritrosit

Jumat, 29 November 2013

"Angkot The Game", Serunya Jadi Sopir Tembak

"Angkot The Game", Serunya Jadi Sopir Tembak





    JAKARTA, KOMPAS.com — Angkot The Game adalah permainan elektronik yang menempatkan kita di kemudi angkot (angkutan kota), transportasi massal yang kerap ditemui di perkotaan.  Game yang baru dirilis dalam versi beta oleh Inmotion dan Oray Studios untuk platform PC ini mampu mengemas perjuangan sopir angkot di Kota Bandung dengan pendekatan game modern.

       Protagonis dari Angkot The Game adalah Ogi yang datang ke kota untuk mencari kerja. Dijemput oleh kawan karibnya yang bernama Maman, mereka hendak beranjak pulang saat mendapati teman Maman, yang seorang sopir angkot, mengalami kecelakaan.  Ogi pun menjadi sopir tembak alias sopir dadakan untuk menyelesaikan rit atau putaran angkot melewati trayeknya. Rupanya, nasib pun mendorong Ogi untuk terus terlibat dengan angkot.
 
    Permainan ini dimainkan dengan menjalankan angkot melintasi rute yang sudah ditentukan sebelumnya. Mobil yang kita kendarai harus melaju ke checkpoint untuk mendapatkan waktu tambahan, tidak lupa untuk berhati-hati dengan kendaraan lain yang melintas.  Tidak hanya itu, mobil kita memiliki indikator bensin yang harus diisi dengan mencari tukang bensin eceran. Kita pun juga harus memperhatikan perempatan yang dijaga oleh polisi untuk menghindari tilang bila melanggar lampu merah.

    Sebagai sopir angkot, tentu saja permainan terpusat dengan menaik-turunkan penumpang angkot. Calon penumpang dengan balon dialog didekati dan mereka akan masuk ke dalam angkot. Mereka akan turun dengan perintah "kiri" dan angkot harus segera berhenti agar mendapatkan tip.  Jika berhenti terlalu jauh, maka penumpang akan kecewa dan reputasi akan jatuh. Setiap penumpang yang diangkut akan memberikan uang kepada pemain sebesar Rp 2.000. Bila menyetirnya bagus, maka mereka akan memberikan tip Rp 1.000.

      Angkot The Game dimainkan dengan menjalankan mobil ke rute tertentu, mengangkut penumpang sembari menghindari tabrakan. Pemain juga harus bergerak sebelum waktu habis sambil memperhatikan bensin yang dimiliki. Mereka juga bisa mengambil beberapa hal di jalan, yang akan memberi efek tertentu, seperti waktu tambahan atau kesehatan.

    Dalam permainan ini, kita bisa memilih jenis angkot yang memiliki spesifikasi tertentu, lengkap dengan opsi untuk menghiasinya menggunakan berbagai tempelan. Untuk sementara, baru ada empat chapter dalam versi beta yang bisa diunduh gratis ini dari tautan ini. Setiap chapter memiliki cerita, mulai kisah awal Ogi memegang angkot milik teman Maman, hingga bertemu dengan juragan angkot yang memintanya untuk mengendarai angkot lama.

      Sebagai game dengan versi beta, tentu saja permainan ini jauh dari sempurna. Masih banyak ditemui kejanggalan-kejanggalan seperti penumpang yang tidak mau naik angkot, meski masih ada ruang kosong.  Begitu pula kendaraan yang tiba-tiba muncul dan menindih mobil lain sehingga terguling di tengah jalan. Beberapa checkpoint yang seharusnya memberikan tambahan waktu saat dilalui ternyata tidak berjalan seperti seharusnya.  Meski demikian, game ini berhasil menangkap roh dari angkot yang biasa dikenal dengan karakter ugal-ugalan di jalanan. Dengan memainkannya, kita bisa memahami suka dan duka sopir angkot yang kerap ugal-ugalan karena terpaksa, demi mengejar setoran harian.

     Angkot The Game juga berhasil menciptakan kembali suasana Kota Bandung dengan jalan kecil dan dipenuhi persimpangan, termasuk para penumpang yang berbicara dengan bahasa Sunda.

Game Facebook

      Iqbal Aribaskara dari Inmotion mengisahkan bahwa game ini sebetulnya berawal dari permainan yang dikembangkan di Facebook dengan judul sama. Percobaan tahun 2010 tersebut mendapatkan respons yang cukup positif hingga ratusan ribu pengunjung. "Sayangnya, game tersebut diblokir oleh Facebook tanpa ada kejelasan hingga kini," kata Iqbal.

     Pada tahun 2011, Iqbal bersama rekannya yang bernama Antorio Bergasdito membentuk Inmotion yang berkonsentrasi di pengembangan peranti lunak. Mimpi terhadap Angkot The Game kembali dilanjutkan dengan perombakan, yakni dengan gaya visual tiga dimensi. Target dari permainan ini, ujar Iqbal, sangatlah sederhana, yakni membuat pemain terhibur dengan mengangkat topik keseharian yang disajikan dengan menarik. Fitur radio yang dipersiapkan dalamgame ini juga sengaja disiapkan untuk memberi ruang bagi musisi yang ingin memasang lagu-lagu agar bisa didengarkan oleh pemain.
Tunggu apa lagi?


Editor: Reza Wahyudi


Punya Skill Bahasa Inggris Tingkatkan Pendapatan 30-50 Persen Lebih Tinggi

 

Punya Skill Bahasa Inggris Tingkatkan Pendapatan 30-50 Persen Lebih Tinggi!



   
JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai lembaga ekonomi dunia dan juga korporasi kini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi ekonomi sangat besar di dunia. Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu negara pengendali perekonomian di Asia bersama China dan India.  Indonesia memiliki populasi penduduk yang besar dan merupakan market besar dunia, selain juga memiliki sumber daya alam luar biasa. Tak heran, perusahaan-perusahaan ternama dunia berbondong-bondong masuk ke Indonesia untuk berinvestasi.  
            Namun demikian, dalam hal sumber daya manusia, Indonesia masih harus mengejar ketertinggalannya dalam hal teknologi dan juga kemampuan berkomunikasi. Sebagai negara yang ingin terus maju, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia untuk sesegera mungkin memperbaiki kemampuan mereka untuk bisa berkomunikasi dengan bangsa lain. 
            Robert Lane Greene yang mengkaji untuk The Economist mencatat, "Saingan bahasa Inggris dewasa ini bukanlah bahasa Mandarin, Arab atau Spanish, tetapi saingannya adalah komputer. Apalagi, sekarang komputer dilengkapi dengan Google Translate dengan kamus untuk mengecek makna lain selain yang diterjemahkan".   Hal senada diungkapkan Dino Martin, Direktur B-Recruit, salah satu sebuah perusahaan konsultan SDM. Dino mengungkapkan, bahwa kemampuan bahasa Inggris sudah menjadi kriteria mutlak yang diinginkan perusahaan dari seorang calon pegawainya. Lebih lanjut Dino mengatakan bahwa ini terjadi bukan hanya di perusahaan multinasional, tetapi juga lokal.  "Saya rasa kemampuan berbahasa Inggris adalah hal mutlak bagi mereka
yang ingin berkarir di perusahaan multinasional. Bahkan, yang mengejutkan adalah di perusahaan lokal pun sudah menempatkan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu kriteria dasar dalam mencari pegawai," ujar Dino. 
            EF centerCountry Manager EF English Centers Indonesia, Patricia Setyadjie, mengungkapkan di sekolah ini murid bisa memilih belajar di kelas melalui kelas tatap muka dengan guru native atau belajar secara online, atau kombinasi keduanya.

Pekerja profesional
Bahasa Inggris memang hal mutlak bagi mereka yang ingin memiliki karir yang baik dan ingin terus memastikan peningkatan karirnya. Semakin tinggi posisi yang dicari, semakin mutlak persyaratan akan kemampuan berbahasa Inggris dari calon pegawai diminta oleh sebuah perusahaan. 

"Artinya, jika anda ingin mengembangkan karir dan terus mendapat promosi jabatan, maka kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu hal yang perlu diamankan," lanjut Dino. 
Permasalahannya adalah, dengan tingkat kesibukan relatif padat, ditambah kemacetan di kota besar semakin menjadi, tantangan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mendapat tantangan serius, terutama bagi para pekerja profesional. 
          "Saya baru bisa pulang dari kantor jam 6 sore. Ditambah macet kurang lebih satu setengah jam, artinya paling cepat baru jam 19.30 sampai di rumah. Itu sudah rutinitas tetap dari Senin sampai Jumat, sementara Sabtu dan Minggu lebih banyak dihabiskan dengan teman dan keluarga. Jadi, memang sulit mencari waktu untuk kursus bahasa Inggris," ungkap Tito, seorang profesional muda di Jakarta.
          Bagi para profesional di kota besar seperti Jakarta, urusan macet dan waktu memang bak "lingkaran setan" dan membuat mereka terlanjur terlambat untuk belajar bahasa Inggris.
          "Saya ingin punya pekerjaan yang baik dengan karir dan bayaran yang juga memuaskan dan ritme kerja bisa disesuaikan. Namun, sepertinya agak sulit mendapatkannya dengan kemampuan berbahasa Inggris saya yang pas-pasan ini. Dengan aktifitas begitu padat, sepertinya agak mustahil bisa meluangkan waktu untuk kembali belajar bahasa Inggris. Namun, saya sadar jika saya tidak mulai belajar bahasa Inggris, kondisi saya akan terus seperti sekarang ini," timpal Agus, seorang pekerja bank ternama.

Online dan offline 
          Rhenald Kasali, dalam salah satu publikasinya menyebutkan bahwa Bahasa Inggris telah menjadi bahasa dagang yang sangat penting saat ini. Orang yang memiliki kemampuan multibahasa, selain terlihat intelek, mereka memiliki kemampuan pengambilan keputusan yang baik. 
          "Karena itu, Indonesia perlu membuka diri dan pendidikan harus berani memajukan generasi baru berbahasa ganda, multilingual," ujar Rheinald. 
          Lebih lanjut Rhenald juga menyebutkan bahwa selain digunakan oleh 2 miliar jiwa, bahasa Inggris adalah bahasa yang dipakai ilmuwan-ilmuwan terkemuka dunia. Dewasa ini, menurut dia, lebih dari 90 persen publikasi ditulis dalam bahasa Inggris.  "Kalaupun ada bahasa lain, jarang ada satu bahasa yang menguasai lebih dari 2 persen," kata Rheinald.
          Berangkat dari permasalahan itu, EF English First Indonesia, sekolah bahasa terbesar di dunia, mendirikan sebuah sekolah bahasa Inggris yang menawarkan solusi untuk berbagai permasalahan di atas. Sekolah EF terbaru ini mulai beroperasi pada 27 September 2013 di fX Mal, Sudirman, Jakarta, untuk menawarkan metode pembelajaran bahasa Inggris yang fleksibel.
          Country Manager EF English Centers Indonesia, Patricia Setyadjie, mengungkapkan di sekolah ini murid bisa memilih belajar di kelas melalui kelas tatap muka dengan guru native atau belajar secara online, atau kombinasi keduanya. Lebih menarik lagi, fasilitas belajar secara online dilakukan tidak hanya dengan program komputer, melainkan juga untuk kelas-kelas percakapan dengan interaksi langsung bersama native teacher.
          "EF dengan metode pembelajaran EF Efekta System juga mengoptimalkan segala aspek kemampuan berbahasa Inggris seperti reading, writing, speaking, dan juga listening. Siswa diajak tidak hanya belajar grammar, tapi juga mencoba dan mengaplikasikannya dalam konteks sehari-hari," kata Patricia kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (21/11/2013). 
          Mengikuti perkembangan zaman, lanjut Patricia, EF juga menggabungkan metode belajaronline dan offline. Hal ini merupakan suatu terobosan terbaru di dunia pendidikan bahasa. 
          "Fasilitas belajar online ini bisa diakses melalui komputer, laptop, iPad, ataupun tablet mereka dari rumah, kantor, atau di manapun ada akses internet agar bisa tetap mengikuti kelas dan kembali mengikuti kelas tatap muka ketika sudah memiliki waktu. Dengan begitu, baik waktu, jarak atau padatnya aktifitas bukan lagi masalah untuk memperbaiki kemampuan bahasa Inggris mereka," tambah Patricia . 
          Ia mengakui, walaupun konsep pembelajaran ini merupakan hal baru di Indonesia, namun ini bukanlah hal baru bagi EF. Konsep yang sama telah diterapkan dan mendapat sambutan positif di berbagai negara lain tempat EF beroperasi. 
          Saat ini EF memiliki lebih dari 450 sekolah di lebih dari 54 negara di dunia. Eksistensinya di kancah global inilah yang membantu EF bisa terus berinovasi dan menciptakan standar baru dalam pendidikan bahasa. 
          "Setiap tahun kami menginvestasikan tidak kurang dari 20 juta USD untuk pengembangan produk. Sekolah ini akan jadi sekolah bahasa Inggris yang canggih dan nyaman karena dilengkapi berbagi teknologi canggih seperti iPad, interactive whiteboard, monitor dengan layar sentuh dan berbagai aplikasi reservasi kelas yang bisa diakses secara online," ujarnya. 
          Sementara itu, menurut Lars Berg, Executive Vice President EF Indonesia, studi menunjukkan bahwa profesional yang berkemampuan berbahasa Inggris dengan baik bisa meraih pendapatan 30-50 persen lebih tinggi. Sebanyak 42 persen CEO di Indonesia mengatakan bahwa mereka kekurangan karyawan yang mampu berbahasa Inggris dengan baik. Maka, lanjut Lars, Dengan berkembang pesatnya perekonomian di Indonesia, diperkirakan pada 2030 Indonesia akan membutuhkan 113 juta tenaga kerja yang mahir berbahasa Inggris. 
          "Kebanyakan orang menghabiskan ribuan jam belajar bahasa Inggris mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Namun, sebagian besar murid dewasa kami saat pertama kali datang ke EF Center merasa kurang percaya diri dalam berbahasa Inggris. Sistem pembelajaran kami dirancang khusus untuk membantu murid menguasai bahasa Inggris praktis, ini berarti mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara alami dalam situasi kehidupan nyata," ungkap Lars.


:)


Profil gue ^_^


My Profile

Hi guys, kenalin ya nama gue Asri Rahayu. Kalo’ temen2 gue lebih sering manggil gue dengan Nickname Asri. But misalnya loe mau manggil gue Ara juga gak masalah, karena bagi gue Ara itu singkatan dari A= Asri, and  Ra = Rahayu. Pas kan.... ?? gue gitu. Gue lahir di Palembang, tanggal 19 Juni 1998. Umur gue sekarang 15 tahun. Gue adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Itu alasannya  sifat gue itu kayak masih anak kecil, he...

Gue berzodiakkan Gemini dengan sifat... Uhm yang pastinya loe bakal tau sendiri (Liat aja di google, kalo bener hanya kebetulan) wkwkk.  Hobi gue yakni membaca, mendengarkan musik, browsing, dan yang pastinya Traveling. Makanan kesukaan gue adalah Sate dan Bakso. Sedangkan minuman kesukaan gue yakni Jus Jeruk, dan es cendol. 

Next ya, sekarang gue mau nyeritain tentang biodata sejarah pendidikan gue. Dimulai dari pendidikan pertama gue, TK  “Widya Sari “ bertempat di jalan  Srijaya Negara  kota Palembang. Satu tahun gue bersekolah di TK yang baru berdiri itu. Makanya gue dan temen-temen gue yang lain disebut sebagai Alumni pertama . Tahun berikutnya gue meneruskan pendidikan di SDN 2 Palembang selama 4 tahun kemudian pindah ke SDN 2 Indralaya Utara ( SDN Payakabung ) ampe kelas 6. Alasannya gue harus pindah rumah karena bokap gue pindah kerja.  Lulus dari SD, gue melanjutkan sekolah di SMPN 1 Indaralaya Utara. Tiga tahun gue udah ngelewatin masa-masa SMP yang kata sebagian orang nih “masa yang gak akan pernah terlupakan” tapi kalo gue pikir-pikir lagi niiieeh , “ uhm bener juga sih “ wkwkwk :D.  And the last, setelah gue lulus dari SMP gue melanjutkan pendidikan SMA di SMAN 1 Indralaya Utara. Sebenernya sih, SMA gue itu ungggulan. But gue gak mau terlalu nyantumin ntu gelar. Karena kalo bagi gue yang namanya Unggulan itu pasti berat banget beban tanggung jawab yang dipegang. Jadi kalo gue mau buat biodata biasanya gue cuman nulis “ SMAN 1 Indralaya Utara “.  Tapi kebanyakan orang menyebut sekolah gue ini sebagai SMAN ULTRA . Nah di SMA inilah gue sekarang duduk di bangku kelas XI IPA 2. Moga aja gue bisa tamat dengan nilai yang bagus, Amieen ^_^

Uhm terus  nieh, abis gue tamat dari SMA gue berharap banget bisa masuk Universitas Sriwijaya fakultas Kedokteran, Amieen. Makanya nih foto gue yang ada di slide dasar blog gue itu bernama “ dr. Asri Rahayu “ Nah alasannya karena cita-cita gue tadi, cita -  cita untuk menjadi seorang dokter. Eh nich ceritanya curhat tentang impian gue ya, hahaa. Udah gak ppa kan curhat2 sedikit aja. Jadi nie rencana gue, sehabis gue tamat S1 Kedokteran umum. Gue mau melanjutkan studi S2 Spesialis Kandungan. Wuiiih kalo dibayangin nih, untuk menjadi seorang dokter spesialis pastinya butuh perjuangan super duper untuk menggapainya. Nah dari itu mulai dari sekarang gue mau belajar semaksimal mungkin biar gue bisa mencapai cita-cita gue untuk menjadi seorang dokter kandungan. Dan semoga aja doa gue yang selama ini sering dipanjatkan, bisa dikabulkan oleh Allah SWT.

...Sekian tentang Profile diri gue, semoga gak ketawa + senyum2 sendiri...